radenkar

Friday, December 22, 2006

Kilat Oh Kilat....

Seperti biasa, sore ini hujan lagi. Sebenarnya aku sangat suka melihat titik-titik air hujan yang jatuh di dahan-dahan cemara di depan kantor, tapi kalau pintu di buka, kilatnya menyambar masuk. Well, aku takut sekali dengan kilat, kadang aku berpikir, setiap kilatannya seperti siap mencuri jiwa siapapun. Wow, hebat, jadi menginspirasiku untuk menulis kisah 'KILAT PENCURI JIWA.'

Wisata Nonton Burung Terbang

Saat njemur baju di loteng pagi ini, aku menyempatkan melihat beberapa burung yang beterbangan. Rasanya seneng sekali mendengar kicau mereka yang bebas. Tiba-tiba aku jadi inget tentang kegiatan mengamati burung di alam, birdwatching. Duh pengen banget - kalau misal ada waktu, kesempatan dan dana tentu saja - ikutan kegiatan semacam ini. Dari artikel yang pernah kubaca di intisari, kabarnya di Indonesia sudah mulai ada club-club semacam ini, biasanya di galakan oleh para pecinta alam, yang sekarang ini sudah ada di Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Malang.

Hebat Kan! bukan hanya ornitolog aja yang bisa ngawasi burung-burung, hehehehe. Pasti sangat menyenangkan, apa lagi di negara kita memiliki 13-17% jenis dari burung-burung dunia, selain kalau musim migrasi (bulan Oktober-November dari utara - Februari-Maret musim kembali) negara kita pasti jadi lintasan ribuan burung yang terbang mencari daerah yang lebih hangat. Kalau di beberapa negara lain birdwatching ini juga sudah dikembangkan jadi wisata yang mampu mengeruk uang lo, seperti misalnya di Australia kegiatan nonton parade pinguin jadi wisata terbesar ketiga penghasil duit di negara itu, di Afrika juga wisata semacam ini menghasilkan US$ 12 juta per tahunnya. Duh, kenapa negara kita tidak memanfaatkannya?????

Kayaknya asyik, terlepas burung juga menyebabkan wabah flu burung, tapi mengamati tingkah polahnya pasti juga mampu melepaskan beban stress, kita gak harus pergi ke hutan untuk melakukan pengamatan burung ini, di taman kota pun juga bisa. Pengen banget nih, kembali ke alam.....

Thursday, December 21, 2006

Sejarahnya Payung....

Musim hujan tlah tiba!!!! Biasanya musim-musim mendung ini jadi masa favoritku, gak tau kenapa kadang gerimis menimbulkan sensasi tersendiri di perasaanku, terasa bagai dejavu gitu lo....

Kalo musim hujan gini, payung jadi barang yang sangat berharga ya. Aku pernah baca artikel soal payung, benda satu ini memiliki sejarah panjang, terlepas dari fungsinya sebagai perlindungan dari hujan, payung dulu juga digunakan sebagai salah satu dari aksesoris para wanita. Di abad 19, pada masa-masa kekuasaan Ratu victoria, payung jadi aksesoris trendy wanita Inggris. Jika dilacak kembali ke 3000 tahun lalu, payung lebih memiliki fungsi reliji dari pada sebagai barang yang bermanfaat untuk melindungi dari hujan, yang jadi bagian penting dalam kepercayaan Katolik Roma. Bangsa Mesir menggunakan payung sebgai lambang dari bangsawan terkemuka sebagai pemegang kekuasan tertinggi, dan sebagai simbol kubah surga dari seorang raja.

Sedang di Yunani Kuno payung juga digunakan oleh para dewa-dewi, dimulai sebagai simbol erotis yang diasosasikan dengan Bacchus atau dikenal dengan nama Dionysus, yang juga dapat diartikan sebagai simbol penyedia perlindungan. Payung digunakan sebagai kostum di Roma selama berabad-abad secara terus-menerus hingga saat ini, atau disebut mantel hujan.

Pada pertengahan usianya, payung sangat populer di Asia dan Afrika. Konon, benda ini diperkenalkan oleh bangsa penjajah ke negara-negara di Asia dan Afrika, Portugis yang mengklaim kalau mereka-lah yang memperkenalkan benda ini di wilayah jajahan mereka di Asia dan Afrika. Dan sejalan dengan perkembangan jaman, dimodifikasi dalam berbagai bentuk dan warna, bahkan dibuat dengan ukuran kecil agar dapat dimasukan dalam tas.

Begitulah, kira-kira sejarahnya payung....

Tuesday, December 19, 2006

Mencermati Pilkada Aceh

Aku baca berita tentang Pilkada Aceh yang disoroti ini, dimana ternyata yang terpilih jadi gubernur baru Aceh adalah pasangan Irwandi Yusuf/M. Nazar, yang punya masa lalu sebagai mantan anggota GAM. Hebatnya lagi, mereka maju Pilkada secara independen tanpa dukungan partai manapun dan mendapat suara terbanyak. Apa yang kupikir saat membaca ini, betapa kita semua sudah sangat bosan dengan segala macam partai yang tak pernah mewakili aspirasi kita yang mendukungnya, demikian juga dengan keboborokan birokrasi yang sudah sangat luar biasa. Puh!!! Politik memang kotor.

Monday, December 18, 2006

Muasal Kopi

Setiap orang pasti punya kebiasaan masing-masing untuk mengawali harinya di pagi hari. Kalau aku sendiri tak merasa lengkap sebelum memulai hariku dengan secangkir kopi, duh kayak iklan aja yah. Apapun jenisnya, black coffee adalah yang paling kugemari untuk memulai pagi hariku.

Well, bicara soal kopi yang nikmat ini, rasanya kita semua perlu berterima kasih pada kambing. Hehehe, aneh ya! Tapi konon kedasyatan kopi bermula dari penemuan si kambing ini. Menurut legenda kopi mula-mula ditemukan di Ethiopia, dikisahkan ada seorang penggemabala yang sedang menunggui kambing-kambingnya merumput, lalu saat kambing-kambing ini memakan buah-buah merah kecil dari pohon liar di sebuah padang rumput di Kaffa (cikal bakal nama coffee) hewan-hewan ini jadi meloncat-loncat kegirangan. Si penggembala yang penasaran melihat tingkah peliharaannya, lalu ikut-ikutan mencicipi buah merah ini dan menikmati efeknya yang merangsang kegembiraan tersebut. Bigitulah legenda ditemukannya kopi ini. Entah bagaimana kopi bisa sampai ke Arab, mungkin dibawa dari Ethiopia ke Arab.

Menurut literatur, orang Arab mulai menanam kopi sejak 600 SM sampai abad 17, lalu kopi mulai diperdagangkan ke seluruh dunia dari Arab lewat pelabuhan Mocha (yang jadi nama salah salah satu jenis kopi). Sebelum dikenal sebagai minuman, kopi digunakan sebagai obat dan makanan. Dulu buah kopi dan bijinya ditumbuk halus dan dicampur dengan lemak , lalu dibentuk bola-bola dan dihidangkan sebagai makanan. Sedang kulit kopi digunakan sebagai bahan campuran minuman anggur (wine).

Di seluruh dunia, ada tiga daerah utama pemasok kopi terbesar, Pasifik (New Guinea), Indonesia, Jawa, Sumatra, Sulawesi). Afrika-Arab (Kenya, Ethiopia, Mocha Sanani Arab) Dan Amerika (Guatemala, Colombia, Costa Rica, Panama). Masing-masing kopi dari ketiga tempat ini memiliki tehnik pengolahan masing-masing. Kalau kopi termasuk jenis yang kental. Dan satu salah satu jenis terbaik di dunia dari Indonesia yakni kopi Toraja dari Sulawesi. Di pasaran Internasional, konon jenis ini harganya selangit. Tuh kan, ceritanya panjang banget. Sebenarnay aku sih bukan penggemar berat kopi, tapi kopi memang telah jadi bagian dalam rutinitas kehidupanku. Yah, begitulah....

Berselaras Dengan Alam

Aku takut membayangkan apa yang melintas dalam pikiranku sendiri, seandainya teori Masaru Emoto, tentang segala hal di dunia ini bisa 'bicara' dan alam semesta selalu bergerak selaras dengan 'kebaikan', segala kejadian di negeri ini adalah 'kutukan'. Sungguh mengerikan, kalau sebuah kata makian saja tak selaras dengan alam dan segala yang memiliki getaran mengubahkan jadi sesuatu yang buruk, bagaimana dengan segala perbuatan kita? Sungguh indah kalau kita bisa bersentuhan lagi dengan alam semesta ini, seperti jaman purba, bahkan desiran angin pun dapat 'diartikan dalam kata-kata'. Saat manusia purba berburu, mereka selalu menggunkan pertanda dari alam untuk memprediksikan segalanya, betapa indahnya. Sedang kita, yang hidup di jaman modern, lebih cenderung mengejar kemudahan dan uang. Keserakahan membuat kita lupa untuk berselaras dengan alam, hanya demi uang dan kedudukan, kita semua lupa pada setitik kebaikan.

Sunday, December 10, 2006

Berharap Libur

Rasanya bosen banget kerja, apalagi kalau minggu juga masuk. Aku berharap libur yang panjanggggg dan mendapat ketenangan yang mendamaikan pikiran, plus menikmati waktu berduaan bersama cinta. That's be my number one dream right now!!!!!