Muasal Kopi
Setiap orang pasti punya kebiasaan masing-masing untuk mengawali harinya di pagi hari. Kalau aku sendiri tak merasa lengkap sebelum memulai hariku dengan secangkir kopi, duh kayak iklan aja yah. Apapun jenisnya, black coffee adalah yang paling kugemari untuk memulai pagi hariku.
Well, bicara soal kopi yang nikmat ini, rasanya kita semua perlu berterima kasih pada kambing. Hehehe, aneh ya! Tapi konon kedasyatan kopi bermula dari penemuan si kambing ini. Menurut legenda kopi mula-mula ditemukan di Ethiopia, dikisahkan ada seorang penggemabala yang sedang menunggui kambing-kambingnya merumput, lalu saat kambing-kambing ini memakan buah-buah merah kecil dari pohon liar di sebuah padang rumput di Kaffa (cikal bakal nama coffee) hewan-hewan ini jadi meloncat-loncat kegirangan. Si penggembala yang penasaran melihat tingkah peliharaannya, lalu ikut-ikutan mencicipi buah merah ini dan menikmati efeknya yang merangsang kegembiraan tersebut. Bigitulah legenda ditemukannya kopi ini. Entah bagaimana kopi bisa sampai ke Arab, mungkin dibawa dari Ethiopia ke Arab.
Menurut literatur, orang Arab mulai menanam kopi sejak 600 SM sampai abad 17, lalu kopi mulai diperdagangkan ke seluruh dunia dari Arab lewat pelabuhan Mocha (yang jadi nama salah salah satu jenis kopi). Sebelum dikenal sebagai minuman, kopi digunakan sebagai obat dan makanan. Dulu buah kopi dan bijinya ditumbuk halus dan dicampur dengan lemak , lalu dibentuk bola-bola dan dihidangkan sebagai makanan. Sedang kulit kopi digunakan sebagai bahan campuran minuman anggur (wine).
Di seluruh dunia, ada tiga daerah utama pemasok kopi terbesar, Pasifik (New Guinea), Indonesia, Jawa, Sumatra, Sulawesi). Afrika-Arab (Kenya, Ethiopia, Mocha Sanani Arab) Dan Amerika (Guatemala, Colombia, Costa Rica, Panama). Masing-masing kopi dari ketiga tempat ini memiliki tehnik pengolahan masing-masing. Kalau kopi termasuk jenis yang kental. Dan satu salah satu jenis terbaik di dunia dari Indonesia yakni kopi Toraja dari Sulawesi. Di pasaran Internasional, konon jenis ini harganya selangit. Tuh kan, ceritanya panjang banget. Sebenarnay aku sih bukan penggemar berat kopi, tapi kopi memang telah jadi bagian dalam rutinitas kehidupanku. Yah, begitulah....
Well, bicara soal kopi yang nikmat ini, rasanya kita semua perlu berterima kasih pada kambing. Hehehe, aneh ya! Tapi konon kedasyatan kopi bermula dari penemuan si kambing ini. Menurut legenda kopi mula-mula ditemukan di Ethiopia, dikisahkan ada seorang penggemabala yang sedang menunggui kambing-kambingnya merumput, lalu saat kambing-kambing ini memakan buah-buah merah kecil dari pohon liar di sebuah padang rumput di Kaffa (cikal bakal nama coffee) hewan-hewan ini jadi meloncat-loncat kegirangan. Si penggembala yang penasaran melihat tingkah peliharaannya, lalu ikut-ikutan mencicipi buah merah ini dan menikmati efeknya yang merangsang kegembiraan tersebut. Bigitulah legenda ditemukannya kopi ini. Entah bagaimana kopi bisa sampai ke Arab, mungkin dibawa dari Ethiopia ke Arab.
Menurut literatur, orang Arab mulai menanam kopi sejak 600 SM sampai abad 17, lalu kopi mulai diperdagangkan ke seluruh dunia dari Arab lewat pelabuhan Mocha (yang jadi nama salah salah satu jenis kopi). Sebelum dikenal sebagai minuman, kopi digunakan sebagai obat dan makanan. Dulu buah kopi dan bijinya ditumbuk halus dan dicampur dengan lemak , lalu dibentuk bola-bola dan dihidangkan sebagai makanan. Sedang kulit kopi digunakan sebagai bahan campuran minuman anggur (wine).
Di seluruh dunia, ada tiga daerah utama pemasok kopi terbesar, Pasifik (New Guinea), Indonesia, Jawa, Sumatra, Sulawesi). Afrika-Arab (Kenya, Ethiopia, Mocha Sanani Arab) Dan Amerika (Guatemala, Colombia, Costa Rica, Panama). Masing-masing kopi dari ketiga tempat ini memiliki tehnik pengolahan masing-masing. Kalau kopi termasuk jenis yang kental. Dan satu salah satu jenis terbaik di dunia dari Indonesia yakni kopi Toraja dari Sulawesi. Di pasaran Internasional, konon jenis ini harganya selangit. Tuh kan, ceritanya panjang banget. Sebenarnay aku sih bukan penggemar berat kopi, tapi kopi memang telah jadi bagian dalam rutinitas kehidupanku. Yah, begitulah....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home