radenkar

Friday, March 20, 2009

Kebahagiaan di Ujung Jari Kita


Musik klasik kembali jadi dunia ku beberapa hari ini. Rasanya memang sudah sepanjang hidupku aku menyukai musik-musik klasik ini. Beberapa karya Beethoven, Bach, Pachelbel dan yang lain-lainnya. Ada sesuatu yang membuat ku merasa....sulit dijelaskan, setiap kali mendengarkan musik klasik.

Setelah membaca buku Water karya Masaru Emoto, aku mulai memahami. Bagaimana air yang dipaparkan musik klasik Moonlight Sonata milik Beethoven membentuk kristal-kristal indah. Mungkin itu lah kenapa, katanya yang tubuh kita 70% berisi air, merasakan keindahan sampai ke sukma kita. Wow...that's great, isn't it?


Tapi bukan musik klasik yang ingin kuungkapkan kali ini. Tapi kedamaian hatiku, damai sekali rasanya akhir-akhir ini. Setiap kali aku kembali ke sarangku (kos-ku), menikmati kesendirian, membaca buku, mendengarkan musik kesayanganku. Aku merasa menemukan duniaku yang sempat hilang. Aku menyadari, betapa aku mencintai ketenangan, merasakan setiap getaran kehidupan mengalir di setiap detakan jantungku. Kedengarannya begitu puitis. Sungguh, aku merasakan getaran indah setiap kali memejamkan mata dan mendengarkan suara derai hujan. Atau saat pulang di sore hari, berjalan dan menatap warna jinga senja dan birunya langit. 'Ya Allah...' itu saja yang terus terucap.

Apa yang ingin kukatakan, kita bisa menemukan kebahagiaan dan kedamaian di tempat yang paling, sangat, sangat dekat dengan diri kita. I can do that...and i said it's a real happiness. Kita hanya perlu sedikit berpaling dari segala permasalahan dalam kehidupan, menemui jiwa dalam diri kita dengan menatapa alam semesta, menikmatinya, bersatu dan menjadi bagian dari itu semua.

Dan...aku sungguh-sungguh mengerti apa arti kebahagiaan sejati, setiap kali aku menemukan saat-saat damai menikmati hal-hal kecil yang ditawarkan oleh kehidupan, seperti menatap matahari tenggelam, satu di antara begitu banyak lainnya. pada akhirnya, aku mengerti, tak ada yang perlu ditakutkan, karena kita hanya punya 1% kendali atas hidup kita, 99% sisanya adalah milik Allah.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home