Berselaras Dengan Alam
Aku takut membayangkan apa yang melintas dalam pikiranku sendiri, seandainya teori Masaru Emoto, tentang segala hal di dunia ini bisa 'bicara' dan alam semesta selalu bergerak selaras dengan 'kebaikan', segala kejadian di negeri ini adalah 'kutukan'. Sungguh mengerikan, kalau sebuah kata makian saja tak selaras dengan alam dan segala yang memiliki getaran mengubahkan jadi sesuatu yang buruk, bagaimana dengan segala perbuatan kita? Sungguh indah kalau kita bisa bersentuhan lagi dengan alam semesta ini, seperti jaman purba, bahkan desiran angin pun dapat 'diartikan dalam kata-kata'. Saat manusia purba berburu, mereka selalu menggunkan pertanda dari alam untuk memprediksikan segalanya, betapa indahnya. Sedang kita, yang hidup di jaman modern, lebih cenderung mengejar kemudahan dan uang. Keserakahan membuat kita lupa untuk berselaras dengan alam, hanya demi uang dan kedudukan, kita semua lupa pada setitik kebaikan.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home