Wisata Nonton Burung Terbang
Saat njemur baju di loteng pagi ini, aku menyempatkan melihat beberapa burung yang beterbangan. Rasanya seneng sekali mendengar kicau mereka yang bebas. Tiba-tiba aku jadi inget tentang kegiatan mengamati burung di alam, birdwatching. Duh pengen banget - kalau misal ada waktu, kesempatan dan dana tentu saja - ikutan kegiatan semacam ini. Dari artikel yang pernah kubaca di intisari, kabarnya di Indonesia sudah mulai ada club-club semacam ini, biasanya di galakan oleh para pecinta alam, yang sekarang ini sudah ada di Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Malang.
Hebat Kan! bukan hanya ornitolog aja yang bisa ngawasi burung-burung, hehehehe. Pasti sangat menyenangkan, apa lagi di negara kita memiliki 13-17% jenis dari burung-burung dunia, selain kalau musim migrasi (bulan Oktober-November dari utara - Februari-Maret musim kembali) negara kita pasti jadi lintasan ribuan burung yang terbang mencari daerah yang lebih hangat. Kalau di beberapa negara lain birdwatching ini juga sudah dikembangkan jadi wisata yang mampu mengeruk uang lo, seperti misalnya di Australia kegiatan nonton parade pinguin jadi wisata terbesar ketiga penghasil duit di negara itu, di Afrika juga wisata semacam ini menghasilkan US$ 12 juta per tahunnya. Duh, kenapa negara kita tidak memanfaatkannya?????
Kayaknya asyik, terlepas burung juga menyebabkan wabah flu burung, tapi mengamati tingkah polahnya pasti juga mampu melepaskan beban stress, kita gak harus pergi ke hutan untuk melakukan pengamatan burung ini, di taman kota pun juga bisa. Pengen banget nih, kembali ke alam.....
Hebat Kan! bukan hanya ornitolog aja yang bisa ngawasi burung-burung, hehehehe. Pasti sangat menyenangkan, apa lagi di negara kita memiliki 13-17% jenis dari burung-burung dunia, selain kalau musim migrasi (bulan Oktober-November dari utara - Februari-Maret musim kembali) negara kita pasti jadi lintasan ribuan burung yang terbang mencari daerah yang lebih hangat. Kalau di beberapa negara lain birdwatching ini juga sudah dikembangkan jadi wisata yang mampu mengeruk uang lo, seperti misalnya di Australia kegiatan nonton parade pinguin jadi wisata terbesar ketiga penghasil duit di negara itu, di Afrika juga wisata semacam ini menghasilkan US$ 12 juta per tahunnya. Duh, kenapa negara kita tidak memanfaatkannya?????
Kayaknya asyik, terlepas burung juga menyebabkan wabah flu burung, tapi mengamati tingkah polahnya pasti juga mampu melepaskan beban stress, kita gak harus pergi ke hutan untuk melakukan pengamatan burung ini, di taman kota pun juga bisa. Pengen banget nih, kembali ke alam.....

3 Comments:
At 8:19 PM,
isdah ahmad said…
yang benar 'digalakan' bukan 'di galakan'! *tendang erline buat benerin*
loh klo mo liat burung gag perlu nunggu bulan, mintak aja... ntar dikasih liat koq *salah fokus*
At 8:25 PM,
Home Of Dreams said…
Hehehe parno lu... kalo burung yang itu mah....
At 9:35 PM,
benny said…
yg bener 'digalakan' ato 'digalakkan' bos?
Post a Comment
<< Home