radenkar

Monday, March 23, 2009

Merengkuh Kebahagiaan

Ada saat-saat dalam hidupku, hari-hari terasa begitu mendung. Seperti aku terperangkap di dalam kabut, merasa sesak nafas, mengharapakn cahaya.

Tapi selalu, dan selalu aku bisa keluar darai sana. Melihat secercah matahari dalam kehidupanku sendiri. Banyak hal yang perlahan mulai kumengerti, bahwa hidup kita terlalu singkat. Kebahagiaan terkadang hanya mempir dalam sekejab.

Aku mengerti, sebelum tangis datang, saat aku bisa tertawa dan tersenyum, aku akan merengkuh semuanya, sepuas-puasnya. Meraih segala kebahagiaan yang dapat kuraih hari ini. Karena aku tahu pasti, esok hari mungkin tidak akan pernah sama lagi.

Segalanya, segala-galanya dalam hidup ini, aku ingin menikmati semaksimal mungkin. Saat suka, saat duka, semua yang datang silih berganti.

Aku ingin bahagia, dan aku meraihnya dalam setiap detak jantungku, aku berusaha meraihnya. Ada banyak hal, yang pasti, yang aku tahu, bahagia dapat datang dari mana saja.

Suatu kali, saat aku merenung sendiri, aku menemukan, 'betapa indahnya menjadi seorang yang bebas, mandiri, dan aku menyukai kemerdekaanku. Aku menyukai bahwa aku tak tergantung pada apa pun, kecuali Tuhan. Itu satu di antara keindahan hidup yang dapat kurengkuh.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home