radenkar

Saturday, October 25, 2008

Menunggu Kismet-ku



Begitu banyak yang terjadi selama pertengahan bulan ini. Beberapa hal belum sempat kuserap dan kucerna. Dan mendadak semua berubah lagi.

Soal aku dan dia (yang tak bisa kusebut namanya) - begitu membingungkan. Parasaan itu seperti kabut. Tapi bagi diriku sendiri semua terlihat jelas dan nyata.

Cinta itu sesuatu yang susah didefiniskan. Bahkan teramat membingungkan. Rumit? Aku pernah mendangar kata ini dari seorang sahabatku, yang tak pernah mau terikat dalam hubungan tetap dengan seorang wanita. Dan aku baru menyadari kebenaran kata itu.

Beberapa kali aku pernah jatuh cinta, saat aku remaja semuanya seperti fantasi, dan aku begitu terpusat pada perasaan itu, sampai aku merasakan seperti diterjang badai dan tercabik-cabik saat ikut larut di dalamnya. Sekarang, perasaan ini terasa sama rumitnya, tapi cinta ini tumbuh di duniaku yang lebih dewasa. Ada kestabilan, ada ketetapan, dan aku tahu betul apa yang kurasakan, apa yang terjadi dan apa yang ingin kulakukan.

Aku tak tahu apa yang dirasakannya, kalau dia orang yang memandang kedekatan dan cinta sebagai sesuatu yang rumit, aku yakin apa yang kurasakan padanya adalah hal terakhir yang ingin diambilnya.

Apapun itu, aku selalu berpikir, perasaan ini teramat nyata. Dan aku tak meragukannya lagi, senyata aku menyentuh wajahku sendiri, seperti itulah perasaanku padanya. Dan aku tak bisa memaksanya untuk mengerti ini, karena ini perasaanku sendiri, milikku.


Tapi apa yang kami miliki hanya kami yang tahu, chimestry ini, entah dia menyadari ini atau tidak, aku yakin ada sesuatu di antara kami. Aku tak tahu apa itu. Tapi 'sesuatu' itu membuat kami sulit untuk duduk berdekatan bahkan, atau saling bersentuhan layaknya teman. Suatu hari, jika saatnya tiba, dan aku yakin itu tak akan lama, semua akan dapat kupahami.

Aku takut sekali, seperti beberapa hari lalu, saat kami begitu dekat, aku tahu kismet itu akan segera terjadi. Aku takut jika saat itu tiba. Walau aku tahu, cepat atau lambat perjalanan ini akan sampai pada satu titik, aku masih saja takut jika sampai di sana dan ternyata aku menemukan hal berbeda.

Begitu banyak hal yang akan terjadi, berbagai perubahan. Aku tak bisa bilang aku akan siap menyambutnya. Tapi aku tahu, aku harus menjalaninya, itu bagian dari kehidupanku. Ini sebuah perjalanan bukan?

Aku berharap, getaran itu sampai padanya, aku berharap Tuhan membuatnya menyadari itu, setidknya dia mau mengerti. Dan aku berharap kismet itu segera terjadi, dan aku berharap ketakutanku mereda lalu aku bisa menjalaninya dengan tenang.




Saturday, October 11, 2008

Ketakutan Ini


Ada yang terasa beda yang kurasakan. Saat ini aku masih berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupanku.

Aku belum juga menemukan apa penyebab perasaan yang begitu mengganggu itu. Perasaan takut, kegelisahan, rasanya begitu kental.
Ketakutan akan hal-hal yang mungkin akan terjadi dalam hidupku. Bayangan yang begitu mengganggu.


Rasa pedih karena menyadari kalau kita tak punya kendali akan takdir kita. Rasa takut yang lebih karena kesadaran kita tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Aku tak mau berlari, aku harus menghadapi, dan itu yang terasa lebih menakutkan lagi. Saat harus berhadap-hadapan dengan kenyataan dan bersiap terkena sayatannya. Tapi pilihanku tetap sama, aku tak akan berlari.

Tuesday, October 07, 2008

Mencari Pasangan Hidupku


Bulan ini banyak teman-temanku yang menikah, bertunangan dan menemukan pasangan. Sedih juga rasanya aku masih berada di dunia para jomblo. Tapi sejak terakhir kali aku menjalin hubungan, setahun yang lalu tepatnya. Banyak hal yang kupikirkan kalau menyangkut yang satu ini. Lebih berhati-hati? Sound like not me....yah, aku yakin kalau orang-orang yang kenal dekat dengan aku pasti tahu, soal hubungan, aku paling ceroboh!!

Tapi....kesedihan saat melihat orang lain menikah, punya pacar atau memiliki pasangan, tak juga membuatku ingin melompat dalam pelukan pria yang menyodorkan diri padaku. Tidak. Soal memilih pasangan aku punya prinsip sendiri.

Sahabat karib ku bilang, aku pemimpi, mengimpikan pria dalam dongeng. Untuk sesaat, kadang aku bertanya-tanya mungkin itu benar. Tapi setelah perenunganku yang panjang, aku menemukan jawaban yang beda.

Sudah lama aku berhenti mencari Prince Charming di dunia nyata. Aku tahu pasti, pangeran impian hanya ada dalam dongen anak-anak yang dulu kubaca. Sebagai wanita dewasa, dengan pengalaman luka, aku tahu, tak ada pangeran yang akan menjemputku dengan kuda putihnya, dan memanjakanku bagi putri impian.

Apa yang kuinginkan dalam hidupku, yang benar-benar kuinginkan dalam hidupku adalah teman berbagi hidup. Dia tak harus tampan, dia tak harus kaya, dia tak harus memiliki segalanya. Aku hanya menginginkan seorang pria biasa, yang melihatku sebagai sebuah pribadi, yang bersedia berbagi suka - duka bersamaku sebagai pasangan sejajar. Seorang teman sejati dalam berbagi hidup. Seorang yang akan kucintai karena pribadinya, karena sesuatu dalam dirinya, seorang yang akan kutatap dengan penuh penghormatan sepanjang hidupku. Temanku menjalani hari-hari sepi saat kelak di hari tua.

Begitu sulitnya bertahan dengan semua yang kuinginkan ini. Tapi dalam perenunganku yang panjang, aku menemukan kalau aku tak ingin hal lain, dalam hal pasangan. Aku ingin partner in live, teman berbagi, temanku menjalani hidup. Aku tak tahu, seperti apa dia kira-kira. Yang pasti aku tak akan melihat sisinya dari segi fisik. Owh, mungkin seseorang yang dapat mengerti apa yang kumaksdukan hanya dengan tatapan mata? Kedengaran lucu, seperti supranatural...tapi pernah sekali dua kali aku menemukan momen seperti ini dengan seseorang. Aku tertawa bersamanya, hanya dengan saling menatap mata. Someone that i will missing....someone that i love, or i ever loved? Tapi sampai saat ini statusnya masih jadi seseorang yang kucintai 


Monday, October 06, 2008

Ketakutanku Sendiri


Aku takut apa yang kupikirkan soal dia jadi kenyataan. Aku berkata pada diriku sendiri, aku siap menghadapi itu. Tapi tetap saja, rasa takut itu mengusikku, menyesakan dadaku. Owh Tuhan...

Benar-benar, kekuatan pikiran itu sangat berpengaruh. Memikirkan apa yang belum tentu terjadi membuatku ketakutan seperti ini. Kuharap ini hanya pikiranku saja, dan bukan yang akan benar-benar terjadi.

Owh Tuhan...beginilah rasa takut itu, aku merasa tak siap menghadapi. Aku merasa takut pada saat-saat itu....Apa yang ada dalam pikiran kita lah yang membuat segalanya nampak gelap atau terang. Aku tahu itu, tapi tetap saja, saat menyadari itu hanya pikiranku sendiri, rasa takut itu masih terasa nyata.

Sunday, October 05, 2008

My Hideway


I found my hide away now. Sebuah tempat yang bisa kugunakan untuk bersembunyi saat aku ingin sendiri, saat ingin menjauh dari apa pun dalam kehidupanku. Home sweet home .......

Kuharap aku bisa berbagi tempat ini bersama seseorang, membangun sejarah kehidupan kami di berbagi sudut di rumah kecil ini. Kalau sekarang mungkin belum, tapi aku pasti akan menemukannya, atau kalau tidak, dia yang akan menemukanku.



Saturday, October 04, 2008

Yang Bikin Aku Terganggu

Aku baru menyadari, ternyata aku bukan hanya merasa terganggu dengan orang yang suka itung-itungan. Apalagi dalam pekerjaan. Aku merasa nggak senang? Benci? Entahlah, yang jelas merasa lebih dari terganggu. Aku tak suka orang yang berkata aku lebih banyak kerja, kamu tidak. Benci kali ya.  Do your job, dont look at other. Bagiku itu aja. Aku tak keberatan kerja lebih banyak. Benci banget sama orang yang terlalu banyak mengeluh, dan melihat kekurangan orang lain.

Bukankah lebih enak kalau kerjakan tugas kita sebaik mungkin, dan kalau bisa bantu yang lain. 
Kenapa harus terus menerus memelototi pekerjaan orang lain. Yang kurang sempurna kek, yang ini kek, yang itu kek. Hah, lama-lama jadi bosen gitu lo. Bukankah, semua orang punya tanggung jawab masing-masing, dan gak usah menilai orang lain. 

Yang Kusukai Dalam Hidupku


Apa yang kusukai dari hidupku? Berdoa. Aku mencintai bagian ini dalam hidupku. Sepanjang perjalanan hidupku, Tuhan lah satu-satunya tempat yang paling, paling, paling damai. Saat mengalami saat-saat sulit, dan aku duduk dalam doa yang khusuk, dan aku tahu tak ada tempat lain yang lebih indah untuk melarikan diri selain Tuhan. Aku pernah berada dalam pelukan kasihNya yang penuh kedamaian, yang memberikanku kekuatan dalam setiap langkah dalam hidupku. Aku mencintai ini. Sangat mencintai ini.

Apa yang kusukai dari hidupku? Kemandirian? Yah, aku menyukai bagian ini dalam kehidupan. Aku menyukai kenyataan kalau aku tak tergantung pada orang lain. Mampu melakukan apa pun sendiri, mampu memenuhi kebutuhanku tanpa harus merepotkan orang lain, semua hal itu memberikan perasaan kuat. Aku menyukai efek kemandirian pada perasaanku, dan aku bangga dapat memenuhi kebutuhan hidupku tanpa harus bergantung pada orang lain.Aku bangga dapat membeli barang-barang yang kuinginkan tanpa sokongan orang lain.

Apa yang kusukai dalam hidupku? Ketenangan. Yah, aku sangat suka bagian ini dalam kehidupanku. Saat kesendirian, saat semua pikiran-pikiran kita bersahutan, saat begitu dekat dengan diri sendiri.....Dalam ketenangan, benar-benar ketenangan, aku tahu pasti aku akan menemukan inti dari hidupku. Menemukan apa yang benar-benar kuinginkan, menemukan mana yang penting dan mana yang tidak. Sungguh, aku suka saat-saat tenang, saat di mana hanya ada aku dan diriku. Sama seperti saat berdoa dan dekat dengan Tuhan, saat-saat yang paling damai dalam kehidupanku.

Apa yang kusukai dalam hidupku? Ketulusan. Aku mencintai bagian ini. Hal indah lain yang kutahu ada dalam kehidupan. Aku ingat suatu hari, saat keponakan kecilku tersenyum dengan matanya yang bening, sama seperti itulah rasanya saat tersenyum dengan tulus pada siapa pun yang kujumpai. Aku tahu bagaimana indahnya memberi tanpa mengharapkan balasan, tanpa ada penyesalan. Bagiku, ketulusan adalah hal berharga dalam kehidupan.

Apa yang kusukai dalam kehidupanku? Jatuh cinta. Owh, bagian ini sungguh kompleks. Walau banyak rasa sakit yang kualami karena mencintai, aku tak pernah jera untuk terus mengulanginya. Indah sekali. Saat terbangun di pagi hari, dan menyadari ada seseorang yang kupikirkan, seseorang yang kurindukan, seseorang yang membuatku menangis dan tersenyum dalam waktu bersamaan. Jatuh cinta terasa seperti candu.

Kejujuran, hal lain lagi yang kusukai dalam hidupku. Aku senang saat aku bisa berkata 'Tidak' untuk apa yang kumaksud tidak. Aku senang saat bisa mengatakan 'Iya' untuk apa yang kumaksudkan iya. Dan aku senang bisa menatap langsung mata semua orang karena tak ada yang perlu kusembunyikan dalam hidupku. Kejujuran, hal yang paling kuhargai dalam hidupku.

Masih banyak lagi hal indah yang kusukai dalam hidup ini, kalau dihitung satu-satu pasti akan panjang sekali daftaranya. Owh, betapa indahnya hidup ini.......begitu banyak keindahan dalam segala hal yang sederhana ini.



Friday, October 03, 2008

Terowongan Kehidupan



Tadi pagi aku nonton Avatar di TV, ada kata-kata petuah dalam kartun itu yang melekat dalam ingatanku. 'Kadang hidup ini seperti terowongan. Kadang kamu tak bisa melihat cahaya di ujung terowongan, tapi kamu harus terus berjalan, dan kamu akan berada di tempat yang benar.'

Aku berpikir, seperti itulah mungkin kehidupanku. Makin hari makin terasa berat saat harus memegang apa yang benar-benar kuinginkan dalam hidupku. Tapi sejauh ini aku belum ingin menyerah, dan aku percaya, di ujung terowongan ini aku akan menemukan tempat yang benar.


Kembali ke Akarku


Ini akan jadi masa-masa sulit buatku. To make a deal with everything in my life. Owh, sungguh sulitnya menghadapi semua ini dan menerimanya dengan tangan terbuka. Aku sedang dalam proses menerima semua perubahan dalam hidupku.



Setidaknya, lebaran ini membuatku kembali sadar, bahwa aku harus terus kembali ke akarku. Tempat dari mana aku berasal, tumbuh dan berkembang. Apa pun yang telah kualami dalam kehidupanku, ke manapun aku pernah pergi dan mendapat segala pengalaman baru, akar itu tak pernah bisa dicabut dari hidupku.



Kembali ke sana, bertemu semua hal yang pernah dan masih jadi bagian hidupku, aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Sebuah perubahan. Aku tahu, perubahan itu ada pada diriku. Aku yang berkembang lebih jauh dari akarku. Segalanya terasa berbeda.



Apa yang dulu kukagumi, apa yang dulu kusukai, apa yang dulu terasa indah dalam pandanganku. Pemikiran yang dulu terasa benar, segalanya sudah berubah. Ada rasa sedih. Kesedihan akan kenangan masa lalu? Entahlah, aku tak tahu, apa nama kesedihan itu. Aku hanya melihat diriku dan menyaksikan segalanya tak lagi sama.





Apa pun yang telah kulalui dalam kehidupanku hingga saat ini, aku hanya menyadari, aku harus tetap berpijak pada akarku. Keluargaku, kampung halamanku, tempat aku berasal dan tumbuh serta berkembang. Dengan cara ini, aku melihat diriku dengan lebih jelas.



Aku tahu siapa diriku, dan aku tak harus berlari dari apapun dalam kehidupanku. Aku tahu di mana harus berpijak saat mulai kehilangan arah. 
Dan yang paling indah dari segalanya, aku tahu, aku sudah berkembang, 
tumbuh lebih besar dari diriku yang sebelumnya
.


 

Thursday, October 02, 2008

Ketakutan Tanpa Sebab


I'm so scare to hear bad news bout U.....
Hari ini masuk ke kantor pertama kali setelah libur lebaran dan mendadak aku merasa takut mendengar kabar buruk....
Owh, perasaanku begitu kacau, ketakutan oleh bayang-bayangku sendiri
Aku hanya tahu, setiap kali rasa sakit, takut dan perasaan perih ini datang, satu-satunya cara hanya meletakkan segalanya ke tangan Tuhan
Tapi dua hari ini aku jauh dari Tuhan......
Sungguh konyolnya perasaanku ini....