radenkar

Saturday, November 01, 2008

Jika Aku Bunga, Aku Adalah Chrysant


Baru-baru ini dalam sebuah percakapan, seorang temanku mengatakan, 'kalau kamu bunga pasti kamu anggrek atau mawar.' Kontan aku tak setuju dengan gambarannya. Karena selama ini aku selalu merasa diriku adalah chrysant atau seruni. Dulu memang mawar bunga favoritku, di rumah orang tuaku juga banyak bunga anggrek. Sewaktu aku SMA, ibuku menanam bunga seruni putih, kuning dan ungu. Dan setiap sore saat aku menyiramnya, aku selalu menyukainya, aku memetik setangkai dua tangkai dan kuletakan di botol dan kutaruh di kamarku.

Saat itu aku belum memikirkan terlalu dalam soal bunga dan filosofinya. Suatu hari aku membaca artikel soal bunga seruni di majalah. Dan aku menemukan, seruni bunga yang tahan banting, mudah dirawat dan tentu saja indah. Memang, seruni tak seharum mawar atau seanggun angrek. Aku hanya berpikir, bunga ini gue banget!!!! Atau aku begitu ingin seperti itu.

Seruni begitu mudah perawatannya, dia berbunga sepanjang musim, kuat, sederhana, indah, bisa berada di mana saja, maksudnya, seruni bisa jadi rangkaian di pesta, ruang makan bahkan juga di pemakaman. Bunga ini juga lebih tahan lama, bisa bertahan selama dua minggu di vas bunga. Dan bunga ini juga enak dan bermanfaat sebagai minuman herbal. Betapa hebatnya chrysant.

Jadi, kalau aku jadi bunga, aku ini adalah chrysant, yang warna putih adalah lambang kejujuran, yang warna merah tua (bronze) melambagkan kegembiraan, yang warna merah melambangkan sikap berbagi dan yang kuning adalah pengaggum rahasia.




0 Comments:

Post a Comment

<< Home