Getaran Yang Buatku Gelisah
Dua atau tiga hari ini, perasaan ini begitu menyiksaku. Tak seperti biasanya perasaan lembut itu berubah menyakitkan. Aku tak tahu bagaimana mendefinisikan rasa ini. Sesuatu yang bergetar begitu hebat.......membuatku gelisah. Aku tak ingin berlari, hanya ingin berada di sana bersamanya......jadi penghiburnya.......sesuatu yang sulit untuk kuungkapkan, terasa seperti sebuah panggilan halus dari jiwa yang lain, yang begitu dekat dengan detak jantungku.
Menunggu Saat Itu Tiba
Betapa sulitnya menjalani ini. Aku menyadarinya saat semalam aku memikirkannya. Apa yang kujalani adalah apa yang harus terjadi. Aku harus melaluinya, aku tak ingin mengingkarinya, dan jika saatnya tiba aku harus mengungkapkannya.
Itu semua bagian yang tak dapat kuhindari.
Aku tahu pasti, apa yang kulakukan mungkin tak dapat dipahami orang lain. Caraku menghadapi perasaanku ini. Bukan hal mudah untuk bertahan, bukan hal mudah untuk menggenggamnya erat-erat, meyakini apa yang kulakukan ini benar tanpa berlari menghindari.
Berkali kali dalam doaku, aku bertanya pada Tuhan, 'Apa yang harus kulakukan?' Dan aku mendapat jawaban yang sama dalam hatiku, 'aku harus menunggu untuk saatnya tiba.' Entah apa perasaan ini akan berlalu, atau saat aku harus menghadapi kenyataan aku harus terluka.
Aku pernah mengalami ini. Jatuh cinta dengan rasa sakit bukan hal asing buatku. Yang kutahu, aku harus tetap menggenggam apa yang kuyakini, aku harus berada di jalan yang ingin kutempuh tanpa berlari menghindari.
Sungguh, rasanya tak tertahankan. Ada saat-saat terasa begitu pedih. Aku ingat pesan T, tak boleh mengeluh, aku ingat bagaimana dia mengajariku menghadapi segala hal berat dalam kehidupan. Aku tahu bagaimana cara meletakan segalanya dan pasrah pada Tuhan. Dan aku akan melakukan hal yang sama untuk masalah ini.
Apalagi yang harus kukatakan? Apalagi yan harus kukeluhkan? Tak ada. Hanya memang saat-saat tertentu, saat perasaan ini begitu menekan seperti saat ini, aku butuh mengungkapkannya, aku butuh mengeluarkannya.
Seperti inilah rasanya, pedih, indah, seperti terbalut dalam kabut yang tak dapat disingkap. Hanya terlihat bias matahari yang samar-samar. Kalau cukup beruntung, akuĀ kadang dapat melihat pelangi yang samar-samar. Sungguh, saat perasaan itu terasa menekan, rasanya ingin berlari sejauh-jauhnya dari semua ini. Tapi aku tahu pasti, saat aku berlari, perasaan ini terus mengejarku, menyiksaku dan menuntut untuk diakui.
Berdiam diri memang tak membawa perubahan apapun. Tapi aku percaya kata hatiku, 'tunggu saatnya.' Itu saja yang kupegang erat-erat, dan aku meyakini, jika saatnya tiba, saat kabutnya mulai menipis dan saat aku bisa melihat matahari dengan indahnya bersinar, aku yakin segalanya akan terlihat lebih jelas dalam pandanganku. Dan aku dapat memilih ke mana arah yang akan membawaku pada tujuan yang ingin kucapai dalam hidupku.
Miss My T
Dear T
I miss you so much....
T, aku ingat saat kau masih bersamaku, begitu banyak yang kau ajarkan. Aku tak pernah lupa saat-saat kau selalu menguatkanku dalam pelukanmu yang mendamaikan.
Sekarang aku tahu pasti kenapa Tuhan mengirimu padaku, menjagaku, memberikanku bekal menjalani hari-hari berat di masa dewasaku.
Kadang, saat aku berdoa, aku seperti merasakanmu di sekelilingku. Aku tahu, kau pasti tersenyum bangga padaku, saat aku mampu menjalani semua cobaanku. Dan aku tahu, aku juga akan ikut menangis bersamaku saat aku berusaha bangkit dari kepedihanku. Bagiku, kau lah malaikat pelindung sepanjang hidup.
T, sekarangĀ aku jatuh cinta lagi, apakah ini yang kau maksudkan bahwa suatu saat aku akan mengerti arti mencintai? Apa yang harus kulakukan T? Aku takut, aku tak bisa lagi jadi matahari kecil seperti yang kau harapkan.....
Not Easy
It's not easy to be me. It's not easy to love like i do. I just dont know how, wish it's will over soon. But i have to admin, what a beautiful pain i feel. I love U Red.....
Getaran Yang Sama
What can I say, love is love....
Seperti dalam buku karangan Masaru Emoto yang kubaca beberapa waktu lalu. Segala sesutu yang ada di dunia ini memiliki getaran. Dan aku yakin, aku mengenalinya dari jauh hanya karena aku memiliki getaran yang kuat. Getaran cintaku padanya. Bahkan sebelum aku bertemu dengannya, aku tahu dia akan segera datang. I still love him, not with the same way, but the feeling is still the same....getarannya masih tetap sama.
Hari Istimewaku
Hari istimewaku datang kemarin, 12 September 2008. Tak seperti tahun-tahun lalu aku merayakannya bersama beberapa teman, kali ini hanya bersama keluargaku. Tak banyak yang kutemukan dengan perenunganku kemarin, dan hari ini. Rasanya potongan-potongan masa lalu yang membentuk diriku saat ini sebagian jadi kabur.
Aku hanya menyadari segalanya tak akan pernah sama lagi. Ada hal-hal yang membuatku sedih, tapi aku sadar, perubahan tak mungkin dihindari.
Dan aku harus menerima ini semua dengan apa adanya, menjalaninya, menyesuaikan diri. Aku harus memulai pencarianku lagi, menemukan sisi diriku yang mulai samar, menyatukannya lagi dan membentuk diriku yang sempurna dan kuat untuk saat ini. That's all i need.
Miss U (Sesi Ramadhan)
Sulit sekali mengungkapkan apa yang kurasakan. Apalagi untuk saat ini orang-orang yang dekat denganku tak mau mamahami perasaanku. Saat aku merindukanmu, aku hanya bisa menahan rasa sakitnya seorang diri.
Setelah hampir seminggu berlalu tanpa bertemu, aku sadar betul, aku merindukanmu. Rindu melihatmu kembali....
Owh, love is so complex... isnt it?
Perubahan Di Dalam Diriku
Aku tahu, aku tak bisa mengharapkan kehidupanku akan bergerak dengan cara yang sama tanpa perubahan apapun. Setiap perubahan pasti akan terjadi dalam setiap hari,baik aku menyadarinya atau tidak dan aku tak bisa menghentikan itu.
Saat ini sedang terjadi perubahan dalam dunia kecilku. Perubahan yang banyak dan terjadi dengan cepat. Aku bahkan belum sempat menyadari dan memilah-milahnya. Sampai Senin malam (01/09/08),aku menerima kenyataan kalau aku tak lagi terasa seperti diriku. Kalau sebelumnya aku memilih menghindari perasaan itu, malam ini aku menangkapnya, merasakannya. Dan memikirkannya.
Aku belum menemukan apapun. Aku belum melihat dan menghitung setiap perubahan yang terjadi dalam diriku. Aku merasa tak punya waktu untuk duduk tenang dan merenungkan semua itu. Waktu bergerak begitu cepat dan aku tenggelam dalam rutinitasku. Aku menyadari aku melupakan diriku.
Kehidupan yang kujalani bergerak begitu cepat. Aku tak menyadari kalau perubahan terbentuk satu per satu. Oh, mungkin,aku menyadarinya,tapi tak pernah mau benar-benar memikirkannya. Karena pada dasarnya,aku sendiri tak suka dengan perubahan.
Hari ini,aku merasakannya. Perasaan yang kuat, seperti aku bukan lagi diriku. Oh tentu saja, perubahan itu membuatku merasa berbeda. Aku mulai bertanya,apa aku sudah kehilangan diriku yang dulu? Aku merasakan kerinduan pada dunia kecil yang dulu kumiliki, hanya ada aku,orang-orang terdekatku dan impian-impianku.
Perjalananku memberikan warna-warna baru dalam hidupku. Aku dikhianati,patah hati, kesedihan yang menyesakan dada,pulih kembali dan aku memandang dunia dengan cara berbeda.Lalu aku jatuh cinta lagi dengan cara yang sama sekali berbeda, tenggelam di dalamnya. Dan aku menemukan cara mencintai dengan cara berbeda. Di sisi lain, aku menemukan teman-teman baru. Mereka membuatku melihat sisi kehidupan yang belum pernah kusentuh. Aku mulai berpikir apakah aku bukan lagi orang yang sama? Atau aku masih pribadi yang sama dengan beberapa perubahan?
Setelah perenunganku, aku menemukan di antara segala perubahan itu, saat aku menengok kembali ke dalam diriku, aku masih melihat satu atau dua hal yang tetap sama. Dan merasa lega bahwa apa yang pernah kumiliki dan kubangun dalam jiwaku masih tetap utuh di sana.
Seperti saat ini, ada setitik kesedihan, sebuah kerinduan, menyadari aku tak akan pernah lagi sama. Menyadari saat-saat indah yang pernah kumiliki di masa lalu tak akan bisa kembali dengan cara yang sama. Aku merindukan kehidupanku yang lebih sederhana sebagai seorang gadis muda yang penuh impian dan melihat hidup dengan cara simpel. Tapi aku bukan gadis muda itu lagi kan? aku lebih besar dari itu semua sekarang, aku seorang wanita, yang punya keinginan dan jadi pribadi lebih kuat dari saat aku tumbuh di kota kecilku.
This is it, my live, I love it, still love it. Dan aku bahagia menyadari aku menempatkan setiap perubahan pada tempat yang benar tanpa merusak bagian-bagian penting dari hidupku yang pernah kubangun. Aku senang menyadari,aku masih orang yang sama hanya ditambahi dengan beberapa perubahan di sana - sini.