radenkar

Sunday, March 11, 2007

Aku Ingin Jadi Cangkir Cantik Itu


Aku ingat tentang sebuah kisah, yang kubaca beberapa tahun lalu. Tetang sebuah cangkir indah yang dipajang di sebuah etalase toko keramik. Saat dua orang tua datang mengagumi cangkir itu, si cangkir berkata, kalau sekarang dia nampak idah dan elegan, tapi sebelumnya, ia mengalami proses yang sangat menyakitkan, mulai dari dibentuk, dimasukan ke dalam api yang panas dan lalu dihias dengan cat, sampai akhirnya ia mendapat bentuk yang indah dan dipajang di etalase tersebut.

I just said to my self, untuk semua yang kualami ini, aku ingin jadi cangkir itu, dan aku pasti akan jadi cangkir itu. Aku mengatakan pada, diriku, hidupku hanya sekali, dan aku tak mau rugi karena tak dapat memaknainya. Aku harus menemukan diriku sendiri, menyibak kabut demi kabut, dan mengetahui untuk apa sebanarnya aku berada di dunia ini. That's all.

Saat aku menemukan pandangan ini, aku mulai melihat sisi baiknya, aku tak perlu terlihat baik oleh semua orang dan mengorbankan diriku sendiri hanya demi dianggap sebagai orang baik. Baik ada di hati, orang lain tak perlu tahu itu. Dan yang penting adalah proses untuk menjadi baik itu. Aku ingin, suatu hari kelak nampak cantik saat dipajang di etalase.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home