radenkar

Monday, May 12, 2008

Cinta Itu Mulai Bersemi


Entah bagaimana, tapi perasaan ini nyata, senyata seperti saat aku menyentuh wajahku. Aku meyakinkan diriku beberapa hari lalu, saat aku menatapnya diam-diam. Getaran itu benar-benar nyata. Dan saat kita bertatapan mata, sekali atau dua kali, aku makin sadar memang perasaan itu ada, setidaknya di pihakku.


Benih cinta itu masih baru bersemi. Aku tak tahu ke mana arahnya kelak. Apa akan bertumbuh jadi pohon cinta yang besar dan teduh, atau akan terbaikan, tak terawat dan mati sejalan dengan waktu.

Aku ingin merawatnya, tapi aku belum yakin apa aku menanamnya di tempat yang benar. Dia, nampaknya begitu angkuh dan aku tak ingin melakukan sesuatu yang lebih dari batas harga diriku. Sisa-sisa rasa sakit di masa lalu menahanku untuk tetap ada di jalur.


Aku tahu pasti apa arti mencintai, dan aku bisa mencintai tanpa mengharap kembali. Setidaknya aku pernah melakukan itu dan bertahan selama bertahun-tahun. Melakukannya kembali bukan hal sulit buatku. Tapi aku tak yakin, apa sekarang aku ingin melakukan hal yang sama?

Perasaan kita begitu berharga, menempatkannya di tempat yang salah akan membawa air mata. Aku tahu bagaimana rasanya dan tak ingin lagi mengulanginya. Yang kuingin, saat aku mencintai, aku ingin lebih banyak tersenyum, aku ingin melihat dunia dengan warna-warna cerah, sesekali mendung tak jadi soal, tapi aku ingin setiap kali matahari terbit kembali, aku bisa tersenyum menatapanya. Hari-hari buruk itu telah berlalu, dan aku tak ingin kembali ke sana. Begitu juga kali ini, aku mengharapkan hal indah terjadi, bukan kebalikannya.

Monday, May 05, 2008

Aku Jatuh Cinta?


Berdasarkan pengalamanku, mencintai adalah hal terindah dalam kehidupan. Tapi setelah apa yang terjadi sebelum ini, aku merasa takut jatuh cinta. Aku tak bisa membayangkan, merasakan perasaan itu lagi. Perasaan, seperti terjun payung tanpa parasut. Seperti itulah rasanya saat jatuh cinta.

Tapi, hati tak bisa memilih bukan? Aku takut jatuh cinta padamu. Kurasa, aku selalu menyadari keberadaanmu, jauh sebelum aku benar-benar memperhatikanmu. Saat kita berada di ruangan yang sama, saat aku menyadari kamu ada di tempat yang sama, sensorku seperti menyala. Tapidulu aku selalu mengabaikannya. Sampai hari itu saat aku ada di dekatmu, begitu dekat, aku menyadari ada chimestry di antara kita. Mungkin kah hanya aku yang merasakannya? Atau mungkin kau juga merasakannya?


Aku tak kapok jatuh cinta. Sungguh, aku ingin merasakannya lagi, tapi aku juga takut untuk merasakan konsekwensi lainnya, rasa sakit yang tak tertahankan. Lukaku baru saja pulih, dan aku baru saja membuka mata, melihat sinar matahari yang sangat indah. Di saat yang sama, aku juga melihat kehadiranmu, aku sungguh takut. Saat hati tak bisa memilih, dan saat mata begitu menipu, segala hal bisa saja terjadi. Aku tak mau lagi mencintai orang yang salah. Yah, memang selalu ada saat kita salah memilih, tapi bagiku ini sudah cukup. Aku tak yakin, masih sanggup menahan rasa sakitnya.

Tapi aku ingin jatuh cinta padamu, dan aku ingin melihat, bagaimana perasaan ini akan tumbuh nantinya. Aku ingin mengetahuinya......