Matahari Bersinar Kembali

Pada akhir sebuah perjalanan, kita semua memang harus membuat keputusan. Dan seminggu yang lalu aku melakukannya. Mengakhiri sebuah perjalanan dengan memilih arah yang ingin kutuju. Setelah empat tahun berlalu keputusan ini terasa menyakitkan. Tapi memang beginilah hidup, harus selalu siap menghadapi apapun kan?
Setelah kegelapan ini berlalu, pada akhirnya aku mulai dapat melihat matahari kembali, yang muncul dengan megah di balik awan-awan gelap. Rasanya begitu nyeri, saat melihat sisa-sisa kenangan yang masih tertinggal. Tapi kesadaran untuk bangkit kembali membuatku lebih tabah menjalani ini. Karena aku yakin, selama masih ada kemauan, hari esok yang lebih baik masih mungkin untuk diraih.
Banyak sekali yang mulai dapat kulihat dengan lebih jelas, di antara puing-puing yang berserakan, aku bisa melihat lebih jelas, bahwa kadang rasa takut untuk terluka, rasa takut dengan bayangan kita sendiri tentang masa depan, membuat kita mengabaikan intuisi, mengabaikan hati kecil kita sendiri. Sudah sejak lama aku menyadari, kalau hubungan ini memang tak bisa dibawa lebih jauh, terlalu banyak perbedaan, terlalu banyak ketidakcocokan, terlalu banyak luka yang tak mungkin untuk ditanggung. Tapi aku selalu bertahan karena takut harus terluka, karena takut kehilangan, takut membayangkan masa depan yang tak pasti lagi.
Tapi ternyata, rasa sakit itu tidaklah membunuhku, rasa sakit ini malah membuatku makin kuat, membuatku menyadari betapa banyak yang telah kulewatkan selama empat tahun ini. Dan kasih sayang ini masih utuh di tempatnya hanya berubah dalam bentuk yang berbeda, kasih sayang ini begitu indah, dan mencintai itu sebuah kekuatan.
Aku selalu menyayanginya, di manapun dia berada, doaku akan selalu menyertainya. Dan luka ini akan segera pulih sejalan dengan waktu. Dan aku ingin menyipannya dalam kenangan indahku.
Aku belum bisa tersenyum lagi saat ini, tapi aku cukup senang, aku bisa melihat matahari itu bersinar di balik mendung yang mulai berlalu tertiup angin.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home